PENGARUH
FAKTOR EKSTERNAL (NUTRISI) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Disusun
Oleh :
KELOMPOK
7
Moch.Alif Rizki.M
Alzeina Nysa Sigit
Eli Yulia Agustina
Melli Anjani
Virra Paramitha A
XII-MIPA
1
SMA
NEGERI 1 JATIWANGI
Jl.Raya
Timur No.02 Jatiwangi-Majalengka 45454
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
ucapkan ke hadhirat Allah S.W.T yang telah memberikan keluasan waktu dan
kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata
pelajaran“Biologi” yang di bimbing oleh Bapak Sudirman,S.Pd. Jenis tugas
yang diberikan adalah pengamatan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan
tanaman. Metode penugasan yang diberikan adalah menyusun
Laporan praktikum tentangPertumbuhan Biji Kacang Hijau
Melalui penugasan ini
diharapkan para siswa dapat memahami tentang Pertumbuhan dan
Perkembangan Tanaman yang pada gilirannya dapat diimplementasikan
dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu manfaat yang dapat
dirasakan adalah meningkatnya kompetensi pembelajaran para
siswa yang sebagian besar merupakan siswa yang ingin melanjutkan ke
Perguruan Tinggi.
Semoga Laporan ini
dapat menjadikan frame of think(kerangka pikir) dalam mengambil suatu
putusan pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai
bagian hidup yang integratif Kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan
demi kelengkapan dan penyempurnaan tugas mandiri ini.
Hormat Kami,
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR
ISI................................................................................................ ii
BAB I :
PENDAHULUAN
A.
TUJUAN ................................................................................................ 1
B.
LATAR BELAKANG ....................................................................... 1-4
C.
RUMUSAN MASALAH ...................................................................... 4
D.
HIPOTESIS............................................................................................ 4
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A.
TEORI DASAR.................................................................................. 5-9
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A.
METODE EKSPERIMEN................................................................... 10
B.
ALAT DAN BAHAN.......................................................................... 10
C.
CARA KERJA................................................................................ 10-11
D.
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN..................................... 11
E.
CARA PENGAMBILAN DATA........................................................ 11
BAB IV : PEMBAHASAN
A.
HASIL PENELITIAN.................................................................... 12-17
B.
ANALISIS DATA.......................................................................... 17-18
C.
DISKUSI.............................................................................................. 18
BAB V : PENUTUP
A.
KESIMPULAN.................................................................................... 19
B.
KRITIK DAN SARAN........................................................................ 19
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................. 20
LAMPIRAN.......................................................................................... 21-22
BAB I
PENDAHULUAN
A. TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui pengaruh faktor Eksternal (Nutrisi) terhadap kecepatan proses Pertumbuhan dan Perkembangan suatu Tumbuhan.
B. LATAR BELAKANG
”Pertumbuhan” adalah proses pertambahan volume yang irreversible(tidak dapat kembali ke bentuk semula) kerena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel ; dapat pula disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat di ukur dan dinyatakan secara kuantitatif, contohnya pertumbuhan batang tanaman dapat diukur dengan busur pertumbuhan atauauksanometer.
”Perkembangan” adalah pertumbuhan menuju kedewasaan suatu organisme atau terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan
Tanaman merupakan mahluk hidup yang sangat bermanfaat dan mempunyai chiri khas tersendiri. Kebanyakan tanaman dibudidayakan atau tumbuh secara alami di tanah. Tanaman tidak dapat tumbuh tanpa adanya media tanam. Tanaman dapat menimbulkan reaksi pertumbuhan berbeda pada media tanam yang berbeda pula. Dewasa ini tanaman tidak hanya dapat tumbuh pada media tanam tanah tapi juga dapat tumbuh dengan media tanam lain, sabut kelapa, sekam, atau dengan istilah hidroponik, yang mana system hidoponik ini mempunyai kelebihan tertentu daripada tanah.
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosaeyang cukup penting di Indonesia. posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Tanaman Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika.Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.Kacang hijau diIndonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Tanaman kacang hijau memerlukan sumber nutrisi agar bisa tumbuh subur dan menghasilkan produk yang berkualitas untuk digunakan makhluk hidup lainnya. Nutrisi tanaman terbagi dalam dua jenis, yaitu makronutrien dan mikronutrien.Elemen makronutrien yang tergolong di dalam unsur utama ialah Karbon (C), Hidrogen (H) , Oksigen (O) ,Nitrogen (N) , Fosforus(P), Kalsium (Ca) dan Kalium(K). Sedangkan elemen mikronutrien yang tergolong di dalam unsur utama ialah Mangan (Mn), Besi (Fe) , Tembaga (Cu) , Seng (Zn).
Sampai saat ini perhatian masyarakat terhadap kacang hijau masih kurang. Kurangnya perhatian ini diantaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih rendah. Di samping itu, panen kacang hijau ini harus dikerjakan beberapa kali.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
a. Faktor Internal
1. Gen
Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
2. Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan.
Auksin : untuk membantu perpanjangan sel
Giberelin :untuk pemanjangan dan pembelahan sel
Sitokinin : untuk menggiatkan pembelahan sel
etilen : untuk mempercepat buah menjadi matang
Asam traumalin : Merangsang pemebelahan sel di bagian tumbuhan yang luka.
Kalin : Merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb :
- Rizokalin : Untuk pembentukan akar
- Aulokalin : Untuk pembentukan batang
- Filokalin : Untuk pembentukan daun
- Antokalin : Untuk pembentukan bunga
b. Faktor Eksternal
1. Air
Fungsi air antara lain :
- Untuk Fotosintesis
- Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim
- Membantu proses perkecambahan biji
- Menjaga (mempertahankan) kelembapan
- Untuk transpirasi
- Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
- Menghilangkan asam asbisat
2. Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
3. Kelembaban Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
4. Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
5. Nutrien
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum.
Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
6. Kelembapan
Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.
C. RUMUSAN MASALAH
Apakah Nutrisi akan mempengaruhi proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan.
D. HIPOTESIS
Pada Tumbuhan yang memiliki Lingkungan dengan kadar Nutrisi yang cukup maka Proses Pertumbuhan dan Perkembangannya akan berjalan Baik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. TEORI DASAR
Lingkungan dan media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Media tanam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perbanyakan tanaman dan pertumbuhan awalnya. Agar pertumbuhan bibit dapat baik, media tanam diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai:
ü Media hendaknya gembur agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan akar dapat leluas menembus.
ü Kelembaban media harus cukup dan ini dapat diatasi dengan penyiraman, karena air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
ü Media hendaknya bersifat sarang sehingga oksigen dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
ü Media hendaknya bebas dari gulma, nematoda dan berbagai penyakit.
ü Media hendaknya mengandung hara yang diperlukan bagi tanaman.
Berdasarkan persyaratan tersebut diatas maka media yang digunakan adalah pasir, tanah, sekam padi, dan pupuk kandang.
Media tanam berfungsi sebagai tempat akar melekat, mempertahankan kelembaban dan sebagai sumber makanan. Media yang baik dapat menyimpan air untuk kemudian dapat dilepaskan sedikit demi sedikit dan dimanfaatkan oleh tanaman.
Meskipun kerusakan tanah dapat dicegah dengan memperbaiki struktur tanah tetapi penggunaan pestisida dan conditioner dalam sekala besar tidak dapat dibenarkan. Hal ini dapat mempengaruhi dalam hal konservasi tanah dan penyerapan nutrisi dalam tanah.
Unsur-unsur yang penting dan harus tersedia adalah N,P,K. N berfungsi mempercepat pertumbuhan klorofil ,menambah lebar daun, besarnya benih. Dosis yang digunakan tergantung pada varietas benih dan keadaan tanah. Pupuk P berfungsi untuk pembentukan akar, pertumbuhan tanaman, menstimulasi pembentukan buah dan mempercepat panen. Unsur P berpengaruh untuk kandungan total benih terutama dalam bentuk Fitin. Fitin berfungsi sebagai cadangan fosfor dan untuk pemeliharaan energi yang diperlukan untuk perkecambahan.
Media tanam dapat didefinisikan sebagai kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam. Media tanam banyak macam ragamnya, dapat merupakan campuran dari bermacam-macam bahan atau satu jenis bahan saja asalkan memenuhi beberapa persyaratan, antara lain cukup baik dalam memegang air, bersifat porous sehingga air siraman tidak menggenang (becek), tidak bersifat toksik (racun) bagi tanaman, dan yang paling penting media tanam tersebut cukup mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman.
Disamping memberikan dukungan secara fisik pada tanaman, tanah merupakan sumber mineral dan air bagi tanaman. Kondisi tanah dan mineral dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Lingkungan atmosfer harus tersedia pada kedalaman yang cukup dalam tanah sehingga akar tanaman dapat memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk respirasi secara langsung dari udara.
Macam macam pupuk
1. Pupuk Kompos
Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai.Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio).
Jika C/N rasio tinggi, berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15.
Bahan kompos seperti sekam, jerami padi, batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100.daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. sampai dengan proses penguraian sempurna, tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara. Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan.
Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut.
- Nitrogen 0,1 – 0,6%
- Fosfor 0,1 – 0,4%
- Kalium 0,8 – 1,5%
- Kalsium 0,8 – 1,5%
Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman, agak lembab, gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi.Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara.
2. Pupuk Kandang
Pupuk kandang mengandung 3 golongan komponen, yaitu litter (kotoran/sampah), ekscreta padat (bahan keluaran padat) dari binatang, dan ekscreta cair (urin). Sifat/keadaan dan konsentrasi relatif dari komponen-komponen ini dalam macam-macam pupuk kandang adalah sangat berbeda, tergantung dari jenis binatangnya, cara pemberian makanannya dan pemeliharaan binatang-binatang tersebut.
Sisa-sisa tanaman yang merupakan kotoran pada pupuk kandang biasanya tinggi kandungan karbohidrat, terutama selulosa, dan rendah kandungan nitrogen maupun mineral.Nitrogen dan mineral terkandung tinggi pada urin, dan kandungan karbohidratnya sangat kecil.Sedangkan ekscreta padat memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga memberika suatu media yang lebih seimbang bagi perkembangan mikro organisma
Pupuk kandang dari kotoran domba kandungan proteinnya tinggi, juga air dingin sebagai pelarut bahan-bahan organik dan debunya, tapi pupuk kandang kotoran domba rendah kandungan sellulosa. Pupuk kandang dari kotoran kuda rendah kandungan proteinnya dan tinggi kandungan sellulosanya dan hemisellulosa. Sedangkan pupuk kandang dari kotoran sapi persentase kandungan unsur-unsurnya berada diantara kedua jenis pupuk kandang tersebut.
Sejumlah hasil analisis menyatakan bahwa pupuk kandang yang dalam keadaan dingin mengandung 70% - 80% air, 0,3% - 0,06% nitrogen, 0,1% - 0,4% fosfor sebagai P2O5, dan 0,3% - 1,0% potasium sebagai K2O.
Satu ton pupuk kandang yang masih segar mengandung 400 - 600 pounds bahan kering, dengan susunan didalamnya mengandung 10 pon nitrogen, 6 pon P2O5 dan sekitar 10 pon potasium. Setengah dari jumlah nitrogen dan sebagian besar dari kedua unsur lainnya dalam bentuk terlarut dalam air, dengan demikian dapat segera dimanfaatkan oleh berbagai tanaman bagi pertumbuhan dan perkembangannya.
Banyak jenis pupuk kandang, antara lain sebagai berikut.
a. Pupuk Kandang Ayam
Pemanfaatan pukan ayam termasuk luas.Umumnya dipergu-nakan oleh petani sayuran. Pupuk kandang ayam broiler mempunyai kadar hara P yang relative lebih tinggi dari pukan lainnya. Kadar hara ini sangat dipengaruhi oleh jenis konsentrat yang diberikan.selain itu pula, dalam kotoran ayam tersebut tercakup sisa-sisa makanan ayam serta sekam sebagai alas kandang yang dapat menyumbangkan tambahan ahra kedalam pukan terhadap sayuran.
Beberapa hasil penelitian aplikasi pukan ayam, selalu memberikan respon tanaman yang terbaik pada musim pertama. Hal ini terjadi karena pukana ayam relative lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup pula jika dibandingkan dengan jumlah unit yang sama dengan pukan lainnya.
b. Pupuk Kandang Sapi
Diantara jenis pukan, pukan sapilah yang mempunyai kadar serat yang tinggi seperti selulosa, hal ini terbukti dari hasil pengukuran parameter C/N rasio yang cukup tinggi lebih dari 40. Tingginya kadar C dalam pukan sapi menghambat penggunaan langsung ke lahan pertanian karena akan menekan pertumbuhan tanaman utama. Penekanan pertumbuhan terjadi karena mikroba decomposer akan menggunakan N yang tersedia untuk mendekomposisi bahan organic tersebut sehingga tanaman utama akan kekurangan N. untuk memaksimalkan penggunaan pukan sapi harus dilakukan pengomposan agar menjadi kompos pukan sapi dengan rasio C/N di bawah 20.
Selain masalah rasio C/N, pemanfaatan pukan sapi secara langsung juga berkaitan dengan kadar air yang tinggi. Petani umumnya menyebutnya sebagai pupuk dingin.Bila pukan dengan kadar air yang tinggi di aplikasikan secara langsung akan memerlukan tenaga yang lebih banyak serta proses pelepasan amoniak masih berlangsung.
c. Pupuk kandaang kambing
Tekstur dari kotoran kambing adalah khas, karena berbentuk butiran-butiran yang agak sukar dipecah secara fisik sehingga sangat berpengaruh terhadap proses dekomposisi dan proses penyediaan haranya. Nilai rasio C/N pukan kambing umumnya masih di atas 30. Pupuk kandang yang baik harus mempunyai rasio C/N < 20, suhingga pukan kambing akan lebih baik penggunaanya bila di komposkan terlebih dahulu. Kalaupun akan digunakan secara langsung, pukan ini akan memberikan manfaat yang ,lebih baik pada musim kedua penanaman. Kadar air pukan kambing relative lebih rendah dari pukan sapi dan sedikit lebih tinggi dari pukan ayam.
Kadar hara pukan kambing mengandung kalium yang relative lebih tinggi dari pukan lainnya. Sementara kadar hara N dan P hampir sama dengan pupuk lainnya.
3. Pupuk Urea
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi.Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. METODE EKSPERIMEN
· Variabel Bebas : Jenis Pupuk
· Variabel Terikat : Kecepatan Pertumbuhan dan Perkembangan
· Variabel Kontrol : Wadah sama
Ukuran Kacang
Pemberian Air
· Objek Penelitian
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
B. ALAT DAN BAHAN
a) Alat :
· 3 buah Pot (bekas gelas mineral)
· Penggaris
· Alat Tulis
b) Bahan :
· Biji Kacang Hijau (ukuran dan warna sama)
· Pupuk Kompos
· Pupuk Urea
· Tanah Biasa
C. CARA KERJA
a. Siapkan 3 pot dengan ukuran yang sama, kemudian berikan lubang dengan jumlah yang sama pada setiap pot.
b. Beri label huruf kepada ketiga pot tersebut ( A, B, dan C ).
c. Buat campuran antara Tanah dengan Pupuk Kompos dan Tanah dengan Pupuk Urea.
d. Isi pot A dengan Tanah biasa, Pot B dengan campuran Tanah-Kompos, dan Pot C dengan campuran Tanah-Urea.
e. Taburkan Biji Kacang Hijau kedalam Pot dengan jumlah masing-masing 5 biji.
f. Amati Pertumbuhan dan Perkembangannya setiap hari selama 2 Minggu.
D. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
· Waktu : Jumat, 14 Agustus – Kamis, 27 Agustus 2015
· Tempat : Kelas XII MIPA1
E. CARA PENGAMBILAN DATA
Dengan mengukur Pertumbuhannya dengan cara mengukurnya setiap pukul 12 Siang dan melihat Perkembangannya.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
Tabel Pertumbuhan tanaman Kacang Hijau.
· POT A ( Tanah Biasa )
Tanggal
|
Tinggi Kecambah di POT A (cm)
|
Rata-rata
| ||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
| ||
Jumat, 14-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sabtu,15-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Minggu,16-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Senin,17-08-2015
|
-
|
2
|
-
|
-
|
-
|
2,00
|
Selasa,18-08-2015
|
2
|
4
|
1,5
|
2,3
|
2,3
|
2,42
|
Rabu,19-08-2015
|
3
|
6,0
|
3
|
3,5
|
4
|
3,90
|
Kamis,20-08-2015
|
4,2
|
7,5
|
4
|
5,0
|
5,5
|
5,24
|
Jumat,21-08-2015
|
5,0
|
7,8
|
4,7
|
6,2
|
6,5
|
6,04
|
Sabtu,22-08-2015
|
5,5
|
8,0
|
5,3
|
6,7
|
7,2
|
6,54
|
Minggu,23-08-2015
|
6,1
|
8,2
|
5,8
|
7,0
|
7,5
|
6,92
|
Senin,24-08-2015
|
6,6
|
8,6
|
6,3
|
7,5
|
7,8
|
7,36
|
Selasa,25-08-2015
|
7,5
|
8,8
|
6,5
|
7,8
|
8,2
|
7,80
|
Rabu,26-08-2015
|
7,7
|
9,5
|
7,1
|
8,1
|
8,5
|
8,18
|
Kamis,27-08-2015
|
8,1
|
9,8
|
7,5
|
8,5
|
8,7
|
8,52
|
· POT B ( Tanah+Pupuk Kandang )
Tanggal
|
Tinggi Kecambah di POT B (cm)
|
Rata-rata
| ||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
| ||
Jumat, 14-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sabtu,15-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Minggu,16-08-2015
|
-
|
2,5
|
-
|
-
|
-
|
2,50
|
Senin,17-08-2015
|
2
|
3,0
|
-
|
-
|
-
|
2,50
|
Selasa,18-08-2015
|
2,5
|
5,6
|
1,7
|
2,4
|
2,4
|
2,92
|
Rabu,19-08-2015
|
3,2
|
7,0
|
3,5
|
3,8
|
3,7
|
4,24
|
Kamis,20-08-2015
|
4,5
|
7,4
|
4,2
|
5,0
|
5,4
|
5,30
|
Jumat,21-08-2015
|
5,0
|
7,8
|
5,0
|
6,3
|
6,5
|
6,12
|
Sabtu,22-08-2015
|
5,6
|
8,3
|
5,5
|
6,9
|
7,3
|
6,74
|
Minggu,23-08-2015
|
6,2
|
8,7
|
5,9
|
7,3
|
7,6
|
7,14
|
Senin,24-08-2015
|
6,7
|
9,5
|
6,5
|
7,8
|
7,9
|
7,64
|
Selasa,25-08-2015
|
7,4
|
9,8
|
6,8
|
8,2
|
8,3
|
8,10
|
Rabu,26-08-2015
|
7,7
|
10,1
|
7,3
|
8,6
|
8,6
|
8,46
|
Kamis,27-08-2015
|
8,1
|
10,5
|
7,7
|
9,0
|
9,2
|
8,90
|
· POT C ( Tanah+Urea)
Tanggal
|
Tinggi Kecambah di POT C
|
Rata-rata
| ||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
| ||
Jumat, 14-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sabtu,15-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Minggu,16-08-2015
|
-
|
0,4
|
0,3
|
-
|
-
|
0,35
|
Senin,17-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Selasa,18-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Rabu,19-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Kamis,20-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Jumat,21-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sabtu,22-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Minggu,23-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Senin,24-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Selasa,25-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Rabu,26-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Kamis,27-08-2015
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Keterangan : Mati
Tabel Perkembangan Kacang Hijau
· POT A
Tanggal
|
Perkembangan Kecambah di POT A
| |||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
| ||
Jumat, 14-08-2015
|
Belum terlalu memperlihatkan proses dari tahap perkembangannya. Hanya terlihat ukuran kacang yang membesar akibat peristiwa Imbibisi.
| |||||
Sabtu,15-08-2015
| ||||||
Minggu,16-08-2015
|
Mulai muncul radikula
|
muncul Radikula dan calon batang.
|
Mulai muncul radikula namun masih sangat kecil
|
Muncul radikula
|
Muncul radikula
| |
Senin,17-08-2015
|
Radikula semakin memanjang dan muncul calon batang
|
Calon batang mulai tinggi
|
Radikula memanjang dan muncul calon batang
|
Muncul calon batang
|
Muncul calon batang
| |
Selasa,18-08-2015
|
Muncul plumula dengan ukurang sedang
|
Calon batang menjadi tinggi dan muncul calon daun.
|
Calon batang menjadi lebih tinggi
|
Calon batang semakin tinggi dan muncul plumula kecil
|
Calon batang semakin tinggi dan muncul plumula yang lebih besar
| |
Rabu,19-08-2015
|
Muncul plumula
|
Batang muda nya semakin tinggi dan ukuran daunnya membesar
|
Muncul plumula
|
Batang muda meninggi dan plumula menjadi lebih besar
|
Batang muda nya meninggi dan plumula menjadi semakin lebar
| |
Kamis,20-08-2015
|
Plumula berubah menjadi kuncup daun muda
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar, kulit biji jatuh
|
Batang memanjang, plumula berubah menjadi kuncup daun kecil
|
Batang, akar memanjang dan daun melebar, kulit biji jatuh
|
Batang, akar memanjang dan daun melebar, kulit biji jatuh
| |
Jumat,21-08-2015
|
Batang, akar memanjang dan daun melebar, kulit biji jatuh
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar, kulit biji jatuh
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
| |
Sabtu,22-08-2015
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
|
Batang dan akar semakin panjang dan daunnya melebar
| |
Minggu,23-08-2015
|
Batang dan akar semakin panjang dan daun melebar namun tidak terjadi perubahan yang begitu signifikan
| |||||
Senin,24-08-2015
| ||||||
Selasa,25-08-2015
| ||||||
Rabu,26-08-2015
| ||||||
Kamis,27-08-2015
| ||||||
· POT B
Tanggal
|
Perkembangan Kecambah di POT B (cm)
| ||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
| |
Jumat, 14-08-2015
|
Terjadi proses Imbibisi
|
Terjadi proses Imbibisi
|
Terjadi Proses Imbibisi
|
Terjadi proses Imbibisi
|
Terjadi proses imbibisi
|
Sabtu,15-08-2015
|
Muncul radikula
|
Muncul Radikula dan bakal batang
|
Terjadi Proses Imbibisi
|
Muncul radikula
|
Muncul radikula
|
Minggu,16-08-2015
|
Radikula memanjang dan muncul bakal batang
|
Radikula dan bakal batang memanjang
|
Muncul radikula kecil
|
Radikula memanjang dan muncul bakal batang
|
Radikula memanjang dan muncul bakal batang
|
Senin,17-08-2015
|
Radikula dan bakal batang memanjang
|
Radikula dan bakal batang memanjang dan muncul plumula
|
Radikula memanjang dan muncul bakal batang
|
Radikula dan bakal batang memanjang
|
Radikula dan bakal batang memanjang
|
Selasa,18-08-2015
|
akar dan batang memanjang, muncul plumula
|
Batang memanjang dan plumula berubah menjadi kuncup daun muda
|
Bakal batang semakin panjang dan tumbuh Plumula
|
Akar dan batang memanjang, muncul plumula
|
Akar dan batang memanjang, muncul plumula
|
Rabu,19-08-2015
|
Batang memanjang, plumula berubah menjadi kuncup daun muda
|
Batang memanjang, daun melebar dan kulit biji terjatuh
|
Radikula dan batang memanjang dan kemudian plumula nya semakin besar
|
Batang memanjang dan plumula berubah menjadi daun muda
|
Batang memanjang dan plumula berubah menjadi daun muda
|
Kamis,20-08-2015
|
Batang memanjang, daun melebar dan kulit biji terjatuh
|
Batang dan akar memanjang, daun melebar
|
Batang dan akar nya memanjang, plumula berubah menjadi daun muda
|
Batang memanjang daun melebar
|
Batang memanjang, daun melebar dan kulit biji terjatuh
|
Jumat,21-08-2015
|
Batang dan akar memanjang, daun melebar
|
Batang dan akar memanjang, daun melebar
|
Batang dan akar memanjang dan daun melebar, kulit biji terjatuh.
|
Batang memanjang dan daun melebar, kulit biji terjatuh
|
Batang dan akar memanjang, daun melebar
|
Sabtu,22-08-2015
|
Batang dan akar memanjang dan daun melebar
|
Batang dan akar memanjang dan daun melebar
|
Batang dan akar memanjang dan daun melebar
|
Batang dan akar memanjang dan daun melebar
|
Batang dan akar memanjang dan daun melebar
|
Minggu,23-08-2015
|
Batang dan akar semakin panjang dan daun melebar namun tidak terjadi perubahan yang begitu signifikan
| ||||
Senin,24-08-2015
| |||||
Selasa,25-08-2015
| |||||
Rabu,26-08-2015
| |||||
Kamis,27-08-2015
| |||||
· POT C
Tanggal
|
Perkembangan Kecambah di POT C
| ||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
| |||
Jumat, 14-08-2015
| |||||||
Sabtu,15-08-2015
| |||||||
Minggu,16-08-2015
|
Tumbuh radikula
|
Tumbuh radikula
| |||||
Senin,17-08-2015
|
Radikula tidak menunjukan perkembangan
|
Radikula tidak menunjukan perkembangan
| |||||
Selasa,18-08-2015
|
Radikula mati dan biji menghitam
|
Radikula mati dan biji menghitam
| |||||
Rabu,19-08-2015
|
Tidak terjadi lagi proses perkembangan dan semua biji kacang berubah warna menjadi Hitam dan Mati
Tidak terjadi lagi proses perkembangan dan semua biji kacang berubah warna menjadi Hitam dan Mati
| ||||||
Kamis,20-08-2015
| |||||||
Jumat,21-08-2015
| |||||||
Sabtu,22-08-2015
| |||||||
Minggu,23-08-2015
| |||||||
Senin,24-08-2015
| |||||||
Selasa,25-08-2015
| |||||||
Rabu,26-08-2015
| |||||||
Kamis,27-08-2015
| |||||||
B. ANALISIS DATA
Dapat kita lihat dari Tabel Pertumbuhan dan Tabel Perkembangan bahwa pada Pot A yang hanya berupa tanah biasa, Pot B yang merupakan campuran Tanah dengan pupuk Kandang, dan Pot C yang merupakan campuran dari tanah dengan Pupuk Urea terlihat tahap Pertumbuhan maupun Perkembangan kecuali pada Pot C yang tidak menunjukan Proses Tumbuh maupun Berkembang. Kelompok kami menyatakan bahwa hal itu merupakan akibat dari pemberian pupuk Urea yang terlalu berlebihan sehingga menyebabkan Tumbuhan itu mati,
Pada hari ke-1 sampai hari ke-2 pada Pot A masih berlangsung Proses Imbibisi sedangkan pada Pot B sudah mulai muncul Radikula.
Pada hari ke-3 sampai hari ke-6 pada Pot A masih menunjukan perkembangan pada Plumula nya sedangkan pada Pot B sudah mulai menjatuhkan Kulit Biji nya sedangkan pot C pada biji 2 dan 3 baru muncul radikula namun pada hari ke-4 radikula tersebut membusuk dan biji berubah warna menjadi hitam.
Pada hari ke-7 sampai hari ke-8 pada Pot A baru mengalami jatuhnya Kulit Biji, sedangkan pada Pot B sudah mulai terlihat batang yang semakin tinggi dengan warna Hijau dan Daun yang semakin Melebar.
Pada hari ke-9 pada Pot A mulai terlihat pelebaran Daun`
Pada Hari ke-10 sampai hari ke-14 pada Pot A maupun Pot B tidak terjadi perubahan yang terlalu Signifikan. Namun tentu saja pertumbuhan pada Pot B cenderung lebih cepat dibandingkan dengan Pot A.
C. DISKUSI
· Pertanyaan :
1. Bagaimanakah pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau pada percobaan ini?
2. Apa kesimpulan Anda mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan?
· Jawaban :
1. Faktor Eksternal tentunya sangat berpengaruh dalam percobaan ini. Bisa kita lihat perbedaan baik dari segi Ukuran maupun kecepatan Perkembangannya saat 3 Pot ini kita berikan Jenis Nutrisi yang berbeda.
2. Pertumbuhan dan Perkembangan tentunya dipengaruhi oleh beberapa Faktor, baik Internal maupun Eksternal dan tentunya akan menghasilkan taraf Pertumbuhan maupun Perkembangan yang berbeda dari setiap pengaruh Faktornya.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian Nutrisi adalah salah satu faktor Eksternal yang mempengaruhi Kecepatan pertumbuhan. Namun tentunya dengan kadar yang cukup. Dan dapat disimpulkan pula bahwa Pupuk Organik lebih Baik daripada Pupuk Kimia. Selain dari segi kesehatan, Pupuk Organik juga tidak mencemari tanah.
B. KRITIK DAN SARAN
Saat menanam Tumbuhan, haruslah diperhatikan pemberian Nutrisinya, Tidak kurang dan tidak terlalu berlebihan atau Secukupnya saja. Terutama untuk pupuk kimia, pemberiannya harus sesuai takaran karena tentunya akan mempengaruhi pada kesehatan jika dipakai dalam jumlah yang berlebih.
DAFTAR PUSTAKA
· Srikini, Suharno, dkk. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta. Penerbit Erlangga
· Diah, Ayulina, dkk. 2011. BIOLOGY 3A for Senior High School Grade II Semester 1. Jakarta. Esis
· Idel,Antoni dan Abdul Halim, ____. Pintar Biologi Untuk SMP Kelas 1,2,3. Surabaya: Gitamedia Press.
· Primagama,Tim Penyusun.2007.Panduan Belajar Kelas IX.Yogyakarta: Primagama
· http://karedok.net/modul-buku/bab-i-pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan
http://faridnyzer.blogspot.com/2011/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://alfiyanfaqih.blogspot.com/2011/08/pengaruh-cahaya-matahari-terhadap.html
http://faridnyzer.blogspot.com/2011/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://alfiyanfaqih.blogspot.com/2011/08/pengaruh-cahaya-matahari-terhadap.html
· http://kudunku.blogspot.co.id/2014/01/laporan-penelitian-pertumbuhan-dan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar